Tangerang, 24 Juni 2026 – PT Dieselindo Utama Nusa secara resmi menerima penyerahan (handover) program offset yang terbentuk dari Mockup Diesel Generator, Special Tools, dan Technical Training dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Fincantieri, galangan kapal terkemuka asal Italia, dengan terselenggaranya kegiatan Handover Ceremony yang berlangsung di Engineering Services Department PT Dieselindo Utama Nusa, Cikupa-Tigaraksa, Tangerang, Banten. Proses handover ini menjadi bagian dari implementasi kewajiban offset dalam kerja sama pengadaan kapal perang berbasis desain FREMM antara Pemerintah Indonesia dan Fincantieri.
Sebagai salah satu perusahaan industri pertahanan swasta nasional yang ditunjuk sebagai penerima manfaat offset, PT Dieselindo Utama Nusa menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri melalui Transfer of Technology (ToT), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengembangan kapasitas teknis yang berkelanjutan.
Adanya program offset merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun kemandirian industri pertahanan melalui adanya peningkatan kemampuan industri dalam negeri, penguasaan teknologi strategis serta penguatan rantai pasok nasional untuk mendukung keberlanjutan pemeliharaan serta pengoperasian Alutsista TNI kedepannya.
Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., M.Si. (Han), Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dalam sambutannya mengatakan bahwa “Melalui program offset ini, diharapkan terbangun sustained capability nasional yang memungkinkan industri pertahanan dalam negeri melaksanakan pemeliharaan, perbaikan, serta dukungan teknis secara mandiri guna mendukung kesiapan dan keberlangsungan operasional alutsista TNI, selama siklus hidup alutsista tersebut.”
Terselenggaranya proses handover ini menandakan dimulainya rangkaian program offset yang diterima oleh Dieselindo, dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendukung pemeliharaan, perbaikan, serta pengembangan sistem tenaga kapal perang modern. Selain memperkuat kompetensi teknis perusahaan, program ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas tenaga kerja nasional agar mampu menguasai teknologi strategis yang dibutuhkan untuk mendukung kesiapan operasional alutsista Indonesia.
Iwan Salim, Direktur Utama PT Dieselindo Utama Nusa, mengatakan, "Program offset ini merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi internasional dapat memberikan manfaat strategis dan nilai tambah bagi pengembangan industri pertahanan nasional. Bagi Dieselindo, kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan RI melalui program offset ini menjadi kesempatan untuk memperluas penguasaan teknologi yang akan mendukung kesiapan alutsista pertahanan Indonesia, meningkatkan kemampuan & kompetensi teknis tenaga kerja, serta menjadi sarana untuk mempersiapkan lapangan pekerjaan berkualitas dengan nilai tambah tinggi kedepannya”.
Kerja sama antara Kementerian Pertahanan RI, Fincantieri, dan Dieselindo menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri global, dan industri nasional dalam membangun ekosistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, industri dalam negeri memperoleh akses terhadap pengalaman, pengetahuan, dan teknologi yang telah berkembang di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing nasional di sektor pertahanan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang mechanical engineering services untuk sektor migas, pertambangan, maritim, industri, dan pertahanan, Dieselindo meyakini bahwa pembangunan industri nasional membutuhkan keseimbangan antara kerja sama global dan penguatan kemampuan domestik. Oleh karena itu, seluruh manfaat yang diperoleh dari program ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan kompetensi perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri pertahanan nasional. Adanya program offset ini juga merupakan wujud dari fasilitasi serta pengawasan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk memastikan bahwa implementasi kewajiban offset berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.
Direktur Utama PT Dieselindo Utama Nusa, Iwan Salim, menambahkan, “Manfaat dari program offset ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagai ekosistem industri pertahanan nasional seperti Dieselindo untuk meningkatkan kompetensi SDM, peluang kolaborasi antar industri, maupun penguatan rantai pasok komponen dan jasa pendukung pertahanan” Komitmen tersebut sejalan dengan visi Dieselindo yang mengedepankan Sinergi Global, Kemandirian Lokal, dan Kedaulatan Nasional. Melalui sinergi global, Dieselindo terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional guna mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi. Di saat yang sama, perusahaan berupaya memperkuat kemampuan lokal melalui pengembangan sumber daya manusia, fasilitas, dan penguasaan teknologi di dalam negeri. Langkah tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung kesiapan serta keberlanjutan sistem pertahanan Indonesia secara mandiri.
Ke depan, implementasi offset ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Dieselindo sebagai penerima program, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekosistem industri pertahanan nasional secara keseluruhan, termasuk kemampuan dalam penguasaan teknologi strategis pertahanan guna mendukung kesiapan operasional dan keberlanjutan penggunaan alutsista nasional. Dengan semakin berkembangnya kemampuan industri dalam negeri, Indonesia akan memiliki pondasi yang semakin kuat dalam mendukung kebutuhan pertahanannya secara mandiri dan berkelanjutan.