Published September 17, 2026 by

Selamat Datang di Tanah Air! Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Menuju Jakarta

DispenAL

 JAKARTA — Kapal induk milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, akhirnya tiba di perairan Indonesia setelah berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026. Kapal perang bersejarah ex-Italia tersebut kini tengah melanjutkan pelayaran menuju Jakarta dan dijadwalkan tiba di Ibu Kota pada Jumat, 18 September 2026.

Memasuki Perairan ALKI I, kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan langsung dari dua fregat kelas Brawijaya milik TNI Angkatan Laut, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kehadiran dua kapal perang tersebut menambah kesan istimewa dalam pelayaran  menuju perairan Jakarta, Kamis (17/9).

Setibanya di Jakarta, ITS Giuseppe Garibaldi rencananya akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Kehadiran Kapal induk ini menjadi bagian dari kerja sama dan berperan dalam memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam menghadapi situasi darurat, penanggulangan bencana, serta misi-misi kemanusiaan.

Kehadiran kapal induk Italia di Tanah Air juga menjadi momentum penting bagi TNI AL untuk memperluas pengalaman dalam pengoperasian dan pemanfaatan kapal berkemampuan besar untuk berbagai kebutuhan. Di tengah meningkatnya tantangan bencana dan kebutuhan respons kemanusiaan, kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi membawa pesan bahwa kekuatan maritim tidak hanya hadir untuk menjaga pertahanan, tetapi juga dapat dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam situasi krisis.



Sumber: DispenAL

Read More
Published Agustus 07, 2026 by

PT PAL Mulai Pembangunan Kapal Selam Pertama Scorpène® Republik Indonesia (SRI)


Indonesia Catat Sejarah Baru, PT PAL Mulai Pembangunan Kapal Selam Pertama Scorpène® Republik Indonesia (SRI). Pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène® resmi dimulai melalui seremoni First Steel Cutting (FSC) Program Kapal Selam Scorpène® Republik Indonesia (SRI), di PT PAL Indonesia, Jumat (7/8). Prosesi pemotongan baja pertama tersebut dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali. 

First Steel Cutting menjadi proses awal antara PT PAL Indonesia dan Naval Group untuk memasuki tahap implementasi, setelah melalui sejumlah proses pra-production meliputi proses Qualification Section untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, serta kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional Naval Group.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia. "Hari ini bukan hanya tentang dimulainya pembangunan sebuah kapal selam. Hari ini adalah momentum ketika Indonesia membuktikan bahwa kita mampu membangun kemampuan strategis nasional secara berkelanjutan. Yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah platform pertahanan, tetapi juga kompetensi engineer Indonesia, penguasaan teknologi, serta ekosistem industri yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan kapal selam generasi berikutnya" ungkapnya.

Program Kapal Selam Scorpène® merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tidak hanya memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Laut, tetapi juga menjadi katalis dalam membangun ekosistem industri pertahanan nasional. 

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan kapal selam pertama di Indonesia merupakan tonggak bersejarah, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga di kawasan ASEAN. 

"Dari awal di Indonesia, bahkan mungkin di negara-negara ASEAN, kita menjadi yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini merupakan suatu hal yang sangat positif. Harapan kita, kemampuan ini terus berkembang sehingga industri pertahanan perkapalan nasional dapat dibangun oleh putra-putri Indonesia dengan kemampuan bangsa sendiri. Ke depan, kita harus semakin mandiri dalam pembangunan kapal atas air, kapal selam, maupun alutsista lainnya. Kementerian Pertahanan juga memberikan dukungan penuh, termasuk dalam aspek penganggaran, agar cita-cita kemandirian industri pertahanan ini dapat terus diwujudkan” ujarnya

Melalui program transfer teknologi yang mencakup berbagai disiplin, mulai dari Hull Outfitting, Mechanical Machinery, Electrical System, Weapon System, hingga tahapan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT), Indonesia memperluas penguasaan kompetensi strategis yang sebelumnya belum dimiliki secara utuh.


Momentum First Steel Cutting membuktikan industri strategis mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan nasional. Melalui penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi engineer Indonesia, tumbuhnya industri pendukung dalam negeri, terbukanya peluang bagi rantai pasok nasional, hingga terciptanya lapangan kerja berkualitas merupakan nilai tambah yang lahir dari proyek ini, serta investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

Sebagai simbol dimulainya era baru pembangunan kapal selam nasional, First Steel Cutting Program Kapal Selam Scorpène® menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang terus memperkuat kapasitas industri pertahanannya melalui kolaborasi internasional yang menghasilkan transfer pengetahuan, penguasaan teknologi, dan peningkatan kapabilitas nasional. Momentum ini bukan sekadar awal pembangunan sebuah kapal selam, melainkan awal dari perjalanan Indonesia dalam membangun masa depan industri pertahanan yang semakin mandiri, berdaya saing global, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat.

Read More